Artikel · Perbandingan
Perbedaan Rak Shelving vs Rak Pallet (Selective Racking)
Perbandingan rak shelving dan rak pallet dari sisi akses, kapasitas, jarak antar level, dan kapan masing-masing lebih tepat dipakai.
Ringkasan cepat
- Rak shelving dan rak pallet (selective racking) sama-sama rak susun berlapis, tapi dirancang untuk kebutuhan yang berbeda.
- Karena perbedaan cara akses itu, jarak antar level pada rak shelving jauh lebih rapat — biasanya 40-60 cm…
- Dari sisi kapasitas per titik simpan, rak pallet jauh lebih besar — satu palet bisa membawa beban 500…
Rak shelving dan rak pallet (selective racking) sama-sama rak susun berlapis, tapi dirancang untuk kebutuhan yang berbeda. Perbedaan paling mendasar ada pada cara barang diakses: rak shelving diakses manual oleh tangan pekerja, sementara rak pallet dirancang untuk diakses forklift yang mengangkat satu unit palet sekaligus.
Karena perbedaan cara akses itu, jarak antar level pada rak shelving jauh lebih rapat — biasanya 40-60 cm — sehingga dalam satu unit bisa memuat lebih banyak tingkat dan lebih banyak variasi barang. Rak pallet sebaliknya butuh jarak antar level lebih dari 1 meter agar palet dan garpu forklift bisa masuk-keluar dengan aman.
Dari sisi kapasitas per titik simpan, rak pallet jauh lebih besar — satu palet bisa membawa beban 500 kg sampai lebih dari 1 ton, sementara satu level rak shelving umumnya menahan 100-500 kg tersebar merata untuk banyak barang kecil. Ini membuat rak pallet lebih efisien untuk barang bervolume besar dan seragam, sementara rak shelving lebih efisien untuk barang beragam jenis dalam jumlah satuan.
Dari sisi biaya dan kebutuhan ruang, rak shelving umumnya lebih murah per unit dan tidak membutuhkan lorong selebar rak pallet karena tidak perlu ruang manuver forklift. Karena itu, gudang kecil-menengah atau area yang tidak punya forklift lebih sering memilih rak shelving, sementara gudang besar dengan volume palet tinggi memilih rak pallet.
Dalam praktiknya, banyak gudang menggunakan kombinasi keduanya di area berbeda dalam satu bangunan yang sama. Area penyimpanan curah dengan volume tinggi dan jenis barang seragam biasanya memakai rak pallet, sementara area picking yang melayani pesanan satuan atau kombinasi banyak jenis barang memakai rak shelving. Menentukan proporsi area untuk masing-masing jenis rak sejak tahap perencanaan gudang akan menghemat biaya dibanding menambah atau mengganti sistem rak setelah gudang beroperasi.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah lorong kerja untuk masing-masing jenis rak tidak bisa disamakan — mencoba menghemat ruang dengan menyempitkan lorong rak pallet ke ukuran lorong rak shelving akan membuat forklift tidak bisa bermanuver dengan aman, sehingga perencanaan lorong tetap harus mengikuti jenis rak dan alat bantu yang akan dipakai di area tersebut.
Sebagai catatan tambahan, beberapa gudang modern menerapkan sistem hybrid di mana rak pallet dan rak shelving ditempatkan pada level berbeda dalam satu struktur rak besar — level bawah untuk pallet yang diakses forklift, level atas untuk shelving yang diakses tangga atau order picker. Pendekatan ini memaksimalkan pemanfaatan tinggi gudang sekaligus mengakomodasi dua jenis kebutuhan penyimpanan dalam satu jejak lantai yang sama.
Sebagai penutup, memilih antara rak shelving dan rak pallet pada dasarnya adalah soal mencocokkan karakteristik rak dengan karakteristik barang dan alur kerja gudang Anda, bukan soal mana yang secara umum ‘lebih baik’. Kedua jenis rak sama-sama punya tempatnya masing-masing dalam ekosistem penyimpanan gudang modern.

Pertanyaan Umum
Bisakah rak shelving dan rak pallet dipakai dalam satu gudang yang sama?
Bisa, dan justru umum dilakukan — rak pallet untuk area penyimpanan curah bervolume besar, rak shelving untuk area picking barang satuan yang lebih beragam jenisnya.
Butuh Rak Shelving Sesuai Kebutuhan Anda?
Setelah membaca soal perbedaan rak shelving vs rak pallet (selective racking), tim sales TAP siap membantu menyusun spesifikasi dan penawaran sesuai kondisi Anda, tanpa kewajiban beli.